Pucuk Merah (syzygium Oleina), merupakan tanaman lokal yang sangat populer dengan warna daun yang menjadi unggulan utama. Tanaman ini sudah populer di seluruh Indonesia dan bahkan sudah keluar negri. Tanaman ini lebih dikenal dengan tanaman hias.
Tanaman ini satu keluarga dengan tanaman Cengkeh (Syzygium aromaticum) dengan 500 maraga termasuk satu marga dengan jambua air, cuma tanaman cengkeh lebih populer sebagai tanamn industri dan tanaman obat dan banyak lagi manfaatnya. Pucuk merah ini di isukan berasal dari tanah riau, entah benar atau tidak, sebab penulis belum mendapatkan referensinya.
Tanaman lokal dan mulai populer adalah kebanggan sendiri, tapi kalau kita puas hanya sampai disitu maka kita akan mengenal 1 persatu tanaman lokal kita setiap tahunnya atau bahkan 100 tahun kedepan. di bandingkan dengan negara lain yang lebih gencar mempopulerkan tanaman lokal mereka.
Pucuk merah kini mulai merajai pasar tanaman hias di Indonesia, tapi apa jadinya kalu kepulerannya malah membuat bosan dengan tampilan hijau, merah dan berganti lagi dan akan begitu seterusnya, memodelnya agak susah karena merupakan tanaman tegak dengan posisi tumbuh menjulang ke atas seperti tanaman Glodokan tiang yang memiliki 1 model saja. Di antar kita mungkin ada yang berpengalaman dengan tanaman hias, tapi bagi penulis selama 5 tahun terakhir hanya 1 jenis yang mencoba bertahan dan beregenari terus menerus adalah tanaman ANGGREK, KANTUNG SEMAR dan TANAMAN BUAH.
Kembali ke pucuk merah, PENULIS ingin mempopulerkan keluarga PUCUK MERAH dan CENGKEH. Tanaman ini belum populer dan baru beberapa bulan yang lalu penulis menemukannya dalam hutan di puncak GUNUNG. Tanaman ini hampir sama dengan dua tanaman diatas, bedanya ada pada tampilan daunnya. Langsung saja :
1. Pucuk UNGU
2. Pucuk KUNING
Tanaman pucuk kuning sebetulnya memiliki warna hijau muda namun lebih mendekati warna kuning, jadi penulis memberinya nama pucuk KUNING.
3. Daun Muda
Daun muda, inilah sebutan untuk tanaman ini, sebab daunnya lebih dominan muda dan lebih sedikit menunjukkan dau tuanya. Tanaman ini akan menjadi populer nantinya apabila penulis berhasil membudidayakannya. amin.
Pemabaca yang budiman, penulis berharap ini di shere ke teman yang lain. demi meningkatkan produk lokal kita yang mulai di doimasi produk impor.
.jpg)
0 Comments