Sebentar
lagi aku YATIM PIATU, hanya menunggu waktu saja untuk merasakannya..
bukan aku mendoakan diriku ataupun mendoakan orang tuaku untuk
meninggalkanku.. justru aku merasa sangat takut untuk kata itu.. sang
AYAH telah jalan lebih dahulu dan sudah jauh ke tempat yang tak bisa aku
jangkau dan rasanya itu sangat SAKIT..
Kata orang dia kan selalu mendampingimu ketika kau mendoakannya, tapi aku raba ternyata tak aku rasakan. hufhhh..
Berat untuk menulis kata2 ini, tapi aku hanya berharap kepada orang
lain agar segera sadar bahwa tiap hari kita berdosa kepada orang tua dan
memberikan tanggungan dosa kita karena kelalian yang kita lakukan,
bukan kelalian orang tua yang membiarkan bebas anaknya.
Andaikan orang tua kita dapat lihat tingkah laku kita tiap saat, maka
dia tidak akan pernah berhenti meneteskan air mata.. dan seandainya kita
menyadari apa yang kita lakukan terjadi pada anak2 kita nanti, apa kita
tidak akan meneteskan air mata?.
Sungguh munafik kita ini,
selalu berharap anak kita tidak seperti yang akan kita lakukan dan lebih
sempurna dari kita. tapi kita tidak pernah sadar bahwa skarang kita
punya orang tua dan dia tidak mau melihat anaknya seperti apa yang kita
lakukan..
sadarilah itu..
0 Comments