Program Safari Berburu Buaya di NT

Seorang ilmuwan buaya, Prof Grahame Webb mengaku  kecewa dengan keputusan Menteri Lingkungan Federal, Greg Hunt. Webb, yang mengelola Taman Crocodylus di Darwin mengatakan pemerintah federal tidak siap menghadapi para pemerhati satwa.

"Pemerintah federal takut kalangan aktivis penyayang binatang akan melobi Canberra untuk membatalkan kebjikan itu, tapi menurut saya mereka itu tidak terlalu peduli dengan pemilik lahan dan nasib buaya-buaya itu di sekitar kawasan ini,” kata webb, baru-baru ini.

"Saya yakin pemerintah federal telah dilobi oleh orang-orang yang hanya berpikir kalau kebijakan safari berburu buaya itu tindakan yang keterlaluan,” tuturnya.

Jida Gulpilil dari perusahaan Aborigin Gupulul Marayuwu  me
ngaku program safari berburu buaya itu dapat mendukung pembangunan ekonomi yang sangat dibutuhkan di kawasannya.

“Ini bentuk lain dari tindakan pemerintah yang kerap merampas hak-hak  warga pribumi. Mereka tidak sadar kalau atas dasar alasan hukum, mereka sebenarnya merampas hak  warga Aborigin untuk terus berburu dan mengumpulkan hewan buruan di era  modern seperti ini. keputusan itu sangat tidak adil,” ungkapnya kecewa.

Kebanyakan buaya air asin ditemukan di lahan dan perairan milik warga pribumi. Dan populasinya lebih banyak lagi dikawasan yang sangat terpencil yang merupakan daerah favorit untuk wisata alam dimana banyak orang melakukan kegiatan berburu di alam liar atau safari.

Juru bicara warga pribumi setempat,  Alexia Wellbelove menilai pelaksanaan program safari berburu buaya air asin tidak akan memberikan keuntungan ekonomi bagi warga pribumi dan sebaliknya justru beresiko merusak potensi wisata alam yang menjadi andalan.

ROL

Post a Comment

0 Comments

Jejak Time akan berubah nama seiring dengan pengembangan situs ini. Terus memantau perkembangan kami hingga kami mencapai sesuai harapan para pembaca. Terima kasih untuk tetap setia membaca