Ada apa dengan BEGAL?

Kejadian akhir-akhir ini menjadikan hidup dibawah tekanan dan di bawah bayang-bayang teror ketakutan. bagaimana tidak, setiap hari ada saja korban kekerasan yang dilakukan oleh para begal yang ada di Kota Makassar. Janji Kapolda tak menuai hasil, apa lagi beberapa saat lalu muncul isu anggaran keamanan 2016 minim dan hampir tidak ada, sehingga Kapolda menyarankan untuk lebih berhati-hati dan melindungi diri dari kejahatan Begal. Di kutip dari koran Amanah dan Fajar.

Sedikit membahas tentang begal dan Geng yang ada di luar Negri, tepatnya Jepang, Vietnam, Hong kong dan cina. Istilah Begal seketika muncul dimasyarakat dengan banyaknya kerusuhan, pembunuhan dan perampokan secara sadis. Mereka dengan nekat merampas barang korban dengan cara apa pun, parang, busur dan lain lain digunakan untuk melancarkan aksinya. Hasil adalah hal mutlak dalam sekali beraksi, karena sebetulnya mereka juga terorganisir dan di bawah payung kekuasan yang besar. merayakan hasil itu sudah pasti, kumpul mabok itu sudah pasti, obat-obatan (NAPSA) sudah pasti ada.

Beda Begal beda Geng luar negri. Perbedaan mencolok adalah penguasaan wilayah kekuasaan dan dominasi kekuatan, semakin besar kekuatan dan wialah semakin kuat dan semakin besar bisnis yang bisa dijalankan. Kekerasan, pembunuhan, kerusuhan, minuman, perempuan dan obat-oabatan sudah pasti ada. Geng di luar negri bukan mengincar masyarakat umum untuk mendapatkan penghasilan untuk biaya hidup dan kebutuhan lain, akan tetapi mereka mengandalkan bisnis untuk membiayai hidup mereka. Kelompok-kelompok geng ini malah lebih takut terhadap orang tua mereka dan bahkan mereka bergabung dengan geng besar untuk melindungi keluarnya.

Sedangkan Begal yang marak di tengah masyarakat Indonesia malah menjadi momok menakutkan bagi masyarakat bahkan bagi kelaurga sendiri. Kelompok Begal ini bukan orientasi penguasaan wialayah dan bukan pula membuka bisnis, malah memanfaatkan ABG yang emosinya belum stabil atau masih labil.

Celah besar bagi Aparat, pemerintah kita yang mengembalikan hukuman ke orang tua bagi anak yang masih di bawah umur, sesuai UU yang berlaku. Sementara banyak diantara mereka yang telah menghilangkan nyawa seseoarang. Sampai saat ini Aturan tersebut belum efektif dan bahkan tidak tepat sasaran. Orang tua kebanyakan hanya mengetahui tapi tidak bisa bertindak terhadap anak. sungguh pembiaran yang harusnya kita fikirkan bersama.

Hari ini, besok, lusa, minggu, bulan dan tahuhun setiap orang terancam dan was-was akan keselamatan hidup dengan keberadaan BEGAl. mungkin besok, lusa atau kapan saja itu bisa terjadi dengan kita semua. Terus apa tindakan pemerintah, aparat dan masyarakat?.

Masih banyak kemungkinan yang akan terjadi dengan keberadaan BEGAL, mereka terus berkembang untuk menjadi ancaman bagi masyarakat. semoga dengan cara berfikir masing-masing kita mendapat solusi masalah teror ini.

Post a Comment

0 Comments

Jejak Time akan berubah nama seiring dengan pengembangan situs ini. Terus memantau perkembangan kami hingga kami mencapai sesuai harapan para pembaca. Terima kasih untuk tetap setia membaca