Kini kita telah memasuki dunia globalisasi, dimana perusahaan besar tidak mesti membuka cabang perusahaan d negara-negara berkembang. hanya butuh produk yang terus dikembangkan denga inovasi dan kraetifitas. Anak perusahaan pun tidak seperti jaman dahulu yang menjadikannya sebagai tempat pengumpulan dan pemasaran produk, tapi lebih pada layanan konsultasi.Pergeseran ini sangat terasa dengan lahirnya globalisasi layanan internet dan layanan online. Perusahaan hanya memasang iklan dan menjual produknya di situs penyedia layanan online. sehingga toko saat ini hanya memperlihatkan gambar tampilan produk. Akan tetapi hal ini bukan tanpa celah, apa lagi bagi mereka yang belum faham betul tentang produk yang di jual.
Seperti yang dikemukakan salah satu pengunjung toko, "Produk yang ada di toko atau layanan lansung dapat kita liat kwalitasnya seperti bahan yang digunakan, ketebalan dan ketahanan. sementara pembelian melalui media online sulit untuk mengidentifikasi walaupun sudah ada spesifikasi barang, karena tidak semua orang faham dan tau tentang dama bahan yang digunakan pada produ" kata Nur.
Globalisasi harus tetap bisa diterima secara luas walupun dengan resiko yang tinggi, karena tidak ada perkembangan tampa sebuah masalah yang muncul. Keberadaan masalah akan mempermatang perkembangan globalisasi.
Perkembangan negara baru berkembang akan mencuat dan mempengaruhi perbankan 20-30 tahun mendatang. Melirik perkembangan ekonomi cina india dan negara-negara asia lainnya yang kini mulai mendominasi pasar global.
perkembangan pasar global juga dimulai dengan hengkannya beberapa perusahaan besar yang ada di Indonesia. bukan tanpa alasan, selain mahalnya pajak, perijinan yang rumit dan beberapa masalah lain membuat mereka uot dari Indonesia. akan tetapi pasar tetap terbuka lebar dengan adanya perkebangan dunia internet.
kesimpulannya, dunia globalisasi adalah pengalihan dunia di segala bidang kehidupan.
0 Comments