Berpositif Tentang Tuhan dan Keraguan atas-Nya

Pernakah kita berfikir tentang tuhan? jawabannya pasti ya... dan apa yang terjadi setelah usai dengan pemikiran kita tentang-Nya?. Orang yang berilmu tinggi dan berpengetahuan lusa terkait Agama maka bertambah kuatlah iman dan keprcayaannya kepada Tuhan sang pencipta langit dan bumi. Sedangkan orang yang berilmu dangkal akan terjebak dalam fikiran dan andai-andai terhadap Tuhan. Bukannya  bertambah imannya, malah akan membuat keraguan akan ke-Tuhan-an.

Banyak di kalangan kita beragama, akan tetapi tidak berilmu tinggi atau kurang berilmu agama dan banyak di kalangaan kita berilmu tinggi akan tetapi bukan berilmu beragama. Sehingga setiap langkah menuju ibadah kepada Tuhan hanya ada keraguan . Banyak yang meragukan diri dalam diam yang akhirnya meninggalkan agamanya secara tidak lansung dan ada pula yang meninggalkan agama islam secara terang-terangan.

suatu hari nabi Musa as ingin bertemu dan bertatap langsung dengan tuhan yang menciptakan langit dan bumi. Kerinduan dan ilmu itulah yang mengantarkan Nabi Musa AS menuju pemikiran bertemu dengan Allah. Apakah Nabi Musa as yang merupakan manusia pilihan mampu untuk melihat Allah yang menciptakan dan kita sembah?. Allah Maha kuasa atas segala yang ada di muka bumi ini, termasuk memperlihatkan dirinya kepada ciptaan-Nya dan itu bukan hal mustahil dilakukan.

Pada saat itu Nabi Musa as meminta kepada Allah untuk memperlihatkan dirinya karena kerinduan akan Tuhan-nya yang selama ini dia sembah. Maka Allah menjawab keinginan Nabi Musa as untuk bertemu dengannya. Suatu hari Nabi Musa as kemudian memenuhi panggilan Allah SWT, Beliau naik ke gunung sinai (Thursina) setelah beliau menyempurnakan 40 malam yang diisi dengan puasa dan beribadah sendirian diatas gunung itu. " Dan tatkala Musa datang menurut waktu yang telah ditentukan . Dan setelah tiba masa itu maka berkatalah ia, ya Rabb perlihatkanlah (dirimu) keapadaku , agar aku dapat memandang Engkau".

Setelah waktu yang telah di tentukan telah sampai pada waktunya, maka di utuslah para malaikat dan seluruh penghuni langit 7 lapis untuk memperlihatkan kepada Musa as betapa cipiptaan-Nya sangatlah luar bisa. Sebagai open seremoni, Musa as lalu takjub dan terheran-heran dengan isi langit yang diturunkan kehadapan Musa as dengan Tasbih dan Tahmid-nya kepada Allah. Seumpama Petir yang yang melengking hendak memecahkan gunung. Hingga Musa tidak mampu menyaksikan segala isi langik 7 lapis yang memuat dia menyerah di tengah jalan.

Akan tetapi Allah tidak akan ingkar kepada Orang pilihan-Nya untuk menjadi Nabi. Setelah Nabi Musa as menyaksikan semua hasil ciptaan-Nya yang menyebabkan hampir copot nyawahnya. Maka tibalah saatnya Allah memperlihatkan dirinya kepada Musa as.

Setelah open seremoni berlalu dan Nabi Musa as kembali tenang, maka tibalah giliran Tuhan memperlihatkan diri-Nya. Diperintahkanlah kepada Musa as untuk memandang sebuah gunung dimana Allah akan memperlihatkan diri-Nya. ketika ingin memperlihatkan diri-Nya, muncullah cahaya terang yang membuat gunung itu hancur dan Musa as pun jatuh pinsang takmampu melihat cahaya yang mampumembakar seluruh bumi sebelum memperlihatkan wujud-Nya.

Pelajran yang berharga yang bisa di tarik dari kejadian ini adalah " jangankan malaikan mau melihat Allah, memandang ke Arsy saja mereka tidak mampu dan ingat Pencipta tidak mampu disandingkan dengan ciptaan-Nya.

Terkadang manusia meragukan atau menegatifkan Allah dalam fikiran dan perbuatannya. Maka dari itu Nabiullah Muhammad SAW mengajarkan kita kalimat Tasbih yaitu ucapan Subhanallah (Mahas Suci Allah). maka Allah maha suci dan maha besar dari fikiran negatif tentang dia. Sikap diatas juga merupakan cara menghindari sifat fatalisme yang merupakan berputus asa atas masa depan.

Selain Tasbih Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan kalimat Tahmid yaitu kalimat Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah) untuk menunjukkan sifat dan sikap positif terhadap keberadaan ke Esaan Allah. tidak hanya sampai disana, Rasulullah SAW melanjutkan ajarannya dengan kalimat Takbir Yaitu kalimat Allhu Akbar (Allah Maha Besar), sebagai tekat untuk mengarungi lautan kehidupan ini dengah penuh percaya kepada sang pencipta.

Tasbih, Tahmid san Takbir memiliki makana yang sangat mendalam tentang keberadaan-Nya, Kekuasaann-Nya dan keesaan-Nya. QS. Al-Thakaq 65:2 " Barang siapa berakwa kepada Allah, maka Dia akan membuat jalan keluar baginya (dari sifat kesulitan) dan memberikan rezqi dari arah yang tidak di duga-duga ".

Post a Comment

0 Comments

Jejak Time akan berubah nama seiring dengan pengembangan situs ini. Terus memantau perkembangan kami hingga kami mencapai sesuai harapan para pembaca. Terima kasih untuk tetap setia membaca