Internet Positif, Mercusuar dan Presenter Montok

Sejak kemunculan internet positif atau kadang mercusuar untuk melindungi pengguna internet di indonesia secara keseluruhan dari isu sara, terorisme dan yang paling penting adalah persoalan pornografi. sebetulnya kemunculannya adalah sebuah kewajaran untuk perlindungan masa depan anak cucu kita semua. namun ada banyak kendala juga bagi para pelaku usaha yang mengandalkan internet.

Terkadang kita mengklik link untuk membaca sebuah berita atau mencari informasi penting untuk membuat sebuah artikel, namun nyatanya muncul sebuah peringatan mercusuar yang gambarnya seksi-seksi pula dan ada pula internet positif. kejadian ini sontak membuat tiba-tiba ada rasa kaget dan penasaran dengan link yang kita klik atau ingin buka.

Kejadian ini sudah pasti pernah dialami oleh semua pengguna internet. Ada apa gerangan sehingga tidak memproteksi terlalu kelewatan dan kenapa tidak sesuai dengan jenjang umur saja?. kenapa mesti dilakukan secara umum proteksi ini?. ah aturan..........

Setalah kejadian terakhir ini, maka kalian perlu berhati-hati dan bersabar apa lagi yang suka menulis, mending mulai dari skarang harus mengganti nama situs atau memberi judul yang tepat mengarah ke unsur sara, teroris dan pornografi. kalaupun kalian tetap ngoto dengan apa yang anda inginkan maka, siap-siap kehilangan file dan blogweb, karena akan di hapus tanpa pemberitahuan.

Membatasi dengan pergerakan ini membuat kita terbatas dalam membuka pengetahuan dan cakrawala pengetahuan yang lebih luas. apakah kita semua sepakat dengan Internet Positif?. teringat dengan situs Youtube yang memiliki ribuan file vidio dan sangat populer di dunia. Akan tetapi untuk mengaksesnya mereka memberikan batasan usia yang dengan meminta konfirmasi apakah sudah 18+ atau belum.

Aturan yang di buat pemerintah harusnya meminta konfirmasi 18+ untuk mengakses akun tersebut, sehingga bagi para penulis artikel dapat menemukan banyak referensi. tapi sekali lagi karena tingkat kekrasan seksual dan pelecehan seksual sangat tinggi hingga pemerintah harus mengambil langkah ini. walau pun presenter masih mengenakan rok diatas lutu dan masih keliahatan montok. Atau itu adalah sisis menarik dari pertelevisian.. Ah lagian buka om Google saja dengan kata fulgar sekalipun masih memperlihatkan dengan jelas melaui gambar. maslahnya hanya pada membuka situsnya saja.

Tentang rok diatas lutut juaga belum punya aturan karena belum ada korbannya, kalau sudah ada korban, yakin saja akan ada aturan yang dibuat. Saat ini kebnayakan aturan ini berlaku untuk di dunia maya, akan tetapi di dunia nyata atau pertelivisian masih rendah penerapannya. Bayangkan saja ketika presenter televisi masih mengenakan pakaian diatas "lutut" sama halnya dengan para tamunya yang seksi-seksi. Lebih parah dari Sekedar internet Positif.

Langkah apa yang tepat?. haruskah kita merombak aturan yang telah ada? tapi siapa yang akan memprakarsai?.. sementara para anggota dewan lagi sibuk mengamankan diri. satu hal yang menjadi cataan utama di Indonesia adalah "Tunggu saja ada korban".

Post a Comment

0 Comments

Jejak Time akan berubah nama seiring dengan pengembangan situs ini. Terus memantau perkembangan kami hingga kami mencapai sesuai harapan para pembaca. Terima kasih untuk tetap setia membaca