Efek Bola Panas Koalisi 3 partai Pilgub Sulsel 2018

Bakal Calon Gubernur 2018 Sumber Google
Isu yang berkembang semakin memanas menjelang Pilgub Sulsel 2018. Setelah dukungan Partai rampung dan hanya ada dua kandidat yang saat ini mendapatkan dukungan dan masih ada Partai belum manyatakan dukungan menjadi polemik tersendiri.

Adanya partai yang belum manyatakan dukungan dan masih ada kandidat yang belum memiliki Partai menyebabkan beberapa isu kualisi antar Partai, termasuk koalisi tiga partai GERINDRA, PAN dan PKS di bebrapa Provinsi dan Kabupaten pemilihan Kepala daerah dan Gubernur menyebabkan kontalasi politik berubah.

Sulsel yang awalnya tidak masuk dalam koalisi tiga Partai ini kemudian berubah menjadi koalisi yang berakibat terhadap penarikan dukungan kepada salah satu calon Gubernur Sulsel 2018.

Melihat kondisi ini bisa memungkinkan terjadinya penarikan dukungan tersebut dan mendukung pasangan lain untuk maju Pilgub Sulsel 2018.

Gerindra yang awalnya mendukung Nurdin Abdullah dan Andi SUdirman sulaiman (NA-ASS) kini rencana menarik dukungan dan akan mendukung Agus Arifin Nu'man di pilgub sulsel 2018 dengan koalisi 3 partai tersebut.

Ketika ini terjadi maka, bisa terjadi gagalnya NA-ASS maju karena kekurangan kuota kursi dukungan Parpol. Akan tetapi ada yang lebih besar pengaruhnya terhadap Pemilihan Presiden 2019.

1. Prabowo Subianto 

Kita tau Prabowo telah mengukuhkan diri untuk maju menjadi calon Presiden 2019 setelah gagal dipemilhan presiden 2014 lalu karena kalah oleh Jokowi-JK. Dengan menarik dukungan akan berdampak sangat besar terhadap dirinya Sebagai calon Presiden 2019.

Sumber Google
Prabowo dianggap tidak konsisten dengan dukungannya terhadap salah satu calon Gubernur sulsel 2018. Apabila NA-ASS mampu melaju menjadi Gubernur bukan tidak mungkin dukungan terhadap Prabowo akan berkurang. Isu ketidak konsistenan akan menjadi senjata yang akan digunakan para lawannya nanti untuk menghantamnya sebgai calon Presiden 2019.

2. Partai Grindra

Anggota partai yang terlanjur bersatu dengan Tim AN-ASS akan terbelah terkait masalah dungan, Walaupun secara kelembagaan masih kolektif. Akibatnya elektabilitas partai akan menurun akibat isu penerikan dukungan tersebut.

3. Dampak Terhadap Calon Lain

Pemilihan Gubernur atau kepala daerah selalu muncul isu Pemecah suara sebagai strategi menggait suara lain. Seperti yang dilakukan oleh IYC yang gaet CAKKA sebagai pendampingnya maju PILGUB 2018 yang sebelunmnya NH berpasangan dengan AQM yang sama-sama keturunan LUWU.

Strategi mampu untuk memecah belah suara yang awalnya hanya tiga pasangan kini menjadi 4 pasangan yang masing-masing berbeda kabupaten Kota di Sulsel. Panasnya pertarungan ini mengakibatkan sulitnya prediksi pemenang Gubernur Sulsel 2018.

Apakah ini sebuah kesalahan yang dilakukan Paratai Gerinra/Prabowo dengan menarik dukungannya? atau ini menjadi keuntungan tersendiri? atau adakah kreator dibalik penarikan dukungan ini?. Kita tunggu bola panas yang berguling selanjutnya.

Post a Comment

0 Comments

Jejak Time akan berubah nama seiring dengan pengembangan situs ini. Terus memantau perkembangan kami hingga kami mencapai sesuai harapan para pembaca. Terima kasih untuk tetap setia membaca