Mencarimu di tempat yang tidak aku kenal

Semua, pasti sudah penah mengalami pencarian alamat yang belum pernah dikunjungi, bahkan tidak pernah terbayang akan tempat tersebut. Sebelum berkunjung, kadang kita mencari orang yang paling dekat hubungannya dengan tempat yang akan kita kunjungi.

penulis mau shere pengalaman mencari alamat yang tidak pernah aku kenal sebelum, bahkan mendengarnya pun tak pernah. aneh dari semua teman yang aku tanya tak ada yang mengenalnya, bahkan ada yang mengarahkan ke tempat yang 100% bertolak belakang dengan tempat yang saya cari. temapat itu ternya singkatan dari nama sebuah desa, pantas tidak ada yang kenal dengan daerah itu. ini pengalaman pertama berkunjung ke desa Nelayan ( DESNEL ) itulah nama desa tersebut.

Sebelum memulai perjalanan, dalam fikiranku kemana aku akan mencarimu, jangankan mencari alamat rumahmu, mencari nama kampungmu pun susah. Dengan sedikit putus asa aku mulai perjalan mengunjungi beberapa desa, kecamatan sampai provinsi. akhirnya aku menemukannya dalam perjalanan pulang dari beberapa tempat yang aku kunjungi dan ternyata alamatmu hanya beberapa kilometer dari kampungku.

Desa nelayan merupakan desa yang menurut cerita adalah tempat keramat dan susah untuk diakses oleh orang dari luar, begitulah cerita orang-orang sebelum saya menginjakkan kaki di kampung tersebut. Awalnya sedikit ragu, tapi ada beberapa hal yang membuat saya yakin untuk mengunjungi daerah tersebut. orang yang akan saya temui menyuruhku berkunjung ke rumahnya 1 minggu setelah pertemuan itu..

Alhasil sya samapai di tempat tersebut dan bertanya pada tempat yang tepat rumah orang yang saya cari, biasalah kampung paling kita dikasi nama saja tanpa alamat. iya kan?. Tanpa ragu saya lansung d persilahkan masuk, rasanya agak aneh soalnya oreng yang saya cari ternyata tidak ada dalam rumah, jantungku mualai berdegup kencang, jangan-jangan benar kata orang-orang di luas sana. Saya mulai berfikir aneh aneh. 10, 15, 20, setengah jam sudah saya di ruangan ini tanpa ada kejadian apa-apa, hanya beberapa orang yang berlalu lalang tanpa menyapa.

 Ruangan itu kelihatan sempit dengan beberapa koleksi barang tua sejenis parang, badik dan peralatan tradisional lainnya, tapi bukan museum dan tidak menarik lah.
" Kak sudah lama ?" sapanya.
Tersentak aku kaget mendengar suara lembut dari gadis cantik bernama Anthi.
" Iya"... dengan suara kaget
" Maaf kak membuat menunggu lama, lagi keluar tadi menjemput". dengan lembut memberikan alasan
" Nda papa, cama dek-dekan tadi menunggu" sambil memenangkan diri.
" Mari kak dah di tunggu tuh" pintanya.
 dalam fikiranku mulai lagi aneh-aneh, ada apa ya?, tapi aku tidak juga menanyakan mau kemana, sambil mengangguk saya mengikuti langkahnya tanpa berbicara sedikit pun atau sepatah kata pun. Akhirnya kami sampai di suatu tempat,  ruangan besar mewah dengan perabot yang begitu indah, rapih dan tidak kayak di rumah tadi.. hehehehe
"Masuk Nak" dengan suara ramah orang-oarng menyuruhku masuk keruangan itu.
" Ini Ruangan untuk menjamu tamu istimewa" Anthi berbisik kepadaku
"ooo" fikirku ada tamu yang akan datang di tempat ini bertepatan dengan hari kedatanganku.
" Masuk kak" kata Anthi.
" Iya nthi". kataku.
Tanpa banyak fikir, aku langsung memasuki rungan tersebut dan dipersilahkan duduk di tempat yang telah disiapkan sebelumnya, dan ternyata yang distimewakan adalah kedatangan saya. Sambil berfikir "kenapa mereka tahu kedatanganku?", aku mencoba menolak tempat yang telah disediakan.
" Mari nak" kata ayah anthi sambil berdiri menuju kepadaku.
"I.. Iya pak makasih" kataku.
Tanpa fikir panjang ayah Anthi menuju ke arahku dan memegang tangan kananku dan sebelah kiri Anthi sendiri. Aku di gandeng menuju tempat tersebut. dugg dugg dugg.  begitulah jantungku fikirankupun kacau entah apa yang terjadi padaku hari ini. Semoga tdak terjadi apa-apa.
"Silahkan nak" bapak anthi mempersilahkan.
saya pun duduk dan di dampingi anthi, hari itu aku seolah menjadi raja yang di angkat seketika, seperti seorang pejuang yang menyelamatkan kota besar. Ayah anthi pun berdiri disampingku dan mulai berbicara lantang.
"Bapak, ibu dan saudara(i) sekalian. Sebagai seorang pemimpin dan tetua di kampung ini dengan tradisi yang kita junjung bersama sepanjang masa. Hari ini kita kedatangan tamu istimewa diluar kampung halaman kita tapi dia bagian dari kita, sekarang sudah ada di depan kita". aku dipersilahkan berdiri.
"apa yang terjadi ya Tuhan". dalam fikiranku yang mulai kacau.
semua orang muali bertepuk tangan dengan meriah dan berteriak seoalah merayakan kegembiraan yang sangat besar. Mereka seolah di hipnotis oleh seseorang yang mengagumkan orang asin.
"Ini orang-orang kenapa ya?" Tanyaku pada anthi.
"tenang kak bentar lagi kakak akan tau sendiri dan pasti akan menjadi berita gembira buat kakak". Jelas anthi.
"Tenang belum selesai" Bapak anthi melanjutkan sambil memerintahkan masyarakat tenang.
"Ada beberapa hal yang akan saya sampaikan kepada kalian semuan terkait tamu istimewa kita" lanjutnya.
Dengan penuh ketelitian dan ketegasan, bapak anthi mulai menjelasakan tentang diri saya, bapak ibu sya, sampai tuju turunan dia jelaskan kepada masyarakat dan katanya "sekedar mengulang kembali". seketika saya kaget dan tidak bisa berbuat apa-apa, baru pertama kalinya saya datang di kampung itu, tapi saya begitu di kenal masyarakat luas, anehnya tuju turunan dia tahu..
"Darimana kalian tahu tentang aku?". Tanyaku pada anthi.
Anthi dengan lugunya hanya senyum-senyum menatapku sampai terlihat wajah cantiknya yang aku kagumi.
"Dan hari ini saya mengumumkan bahwa tamu kita akan menjadi anggota keluargaku dengan menjodohkannya dengan Anthi". Katanya.
Duaarrrrrrr.. Aku lansung tersentak kaget dengan apa yang terjadi barusan..
Orang-orang bertepuk tangan meriah tapi rasanya sunyi dan.......
Bersambung.......



Post a Comment

0 Comments

Jejak Time akan berubah nama seiring dengan pengembangan situs ini. Terus memantau perkembangan kami hingga kami mencapai sesuai harapan para pembaca. Terima kasih untuk tetap setia membaca